KITIN DAN KITOSAN PDF

Negatif 1. Protein tersebut berikatan kovalen dengan kitin. Dalam proses ini kulit kepiting direaksikan dengan larutan natrium hidroksida panas dalam waktu yang relatif lama. Tujuan dari proses ini adalah untuk memisahkan atau melepas ikatan-ikatan antara protein dan kitin. Proses demineralisasi menggunakan larutan asam klorida encer. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan garam-garam anorganik atau kandungan mineral yang ada pada kitin terutama kalsium karbonat.

Author:Vudole JoJolar
Country:Austria
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):19 May 2009
Pages:295
PDF File Size:3.88 Mb
ePub File Size:8.79 Mb
ISBN:990-7-48849-145-6
Downloads:48281
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gutaur



Kitin Pengertian Kitin Khitin merupakan biopolimer polisakarida dengan rantai lurus, yang tersusun dari — monomer N-asetil-D-glukosamin. Khitin berbentuk kristal, tidak larut dalam pelarut biasa, tetapi larut dalam larutan asam kuat Bastaman, Ornum menyatakan bahwa khitin mudah mengalami degradasi secara biologis, tidak beracun, tidak larut dalam air, asam anorganik encer dan asam-asam aorganik, tetapi larut dalam dimetil asetamida dan lithium klorida.

Sifat lain dari khitin adalah mampu mengikat logam seperti Fe, Cu, Cd dan Hg, serta mempunyai sifat adsorpsi. Khitin sulit dicerna oleh tubuh, dapat mengikat racun, kolesterol dan glukosa dalam tubuh Ditjen Perikanan, Dalam proses pembuatannya khitin diisolasi atau diekstrak dari bahan baku dengan memisahkan mineral demineralisasi dan protein deproteinasi. Kitin biasanya berkonjugasi dengan protein dan tidak hanya terdapat pada kulit udang dan cangkang kepiting saja, tetapi juga terdapat pada trachea, insang, dinding usus, dan pada bagian dalam kulit pada cumi-cumi.

Proses Pembuatan kitin Cangkang udang windu dibersihkan, dikeringkan dan ditepungkan sampai ukuran butir tepung maksimal 0,5 mm. Selanjutnya dilakukan pencucian dengan air sampai nilai pH netral sekitar 7. Hasil saringan dicuci dengan air sampai pH 10, dinetralkan dengan HCl dan cuci dengan air kembali, selanjutnya disaring dan dikeringkan pada oven suhu 50 — 55oC selama 24 jam.

Produk yang diperoleh disebut kitin, berupa tepung berwarna putih kemerahan. Pembuatan Kitin dengan menggunakan metode Hong K. No yaituKulit, kepala, ekor udang yang tidak terpakai dikeringkan di udara terbuka, lalu digerus kemudian diayak. Setelah campuran dingin, disaring dan dicuci dengan akuades sampai nilai pH netral. Hasilnya ditimbang gram dan ditambahkan HCl 1 M sebanyak mL Setelah selesai dicuci dengan akuades sampai nilai pH netral dan dikeringkan pada suhu 65OC. Produk ini dinamakan kitin.

Manfaat Kitin Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari kitin, seperti: Bidang Pangan Sifat antifungi dan antibakteri yang dapat dimanfaatkan untuk pengawetan pangan. Sebagai bahan tambahan makanan yang berfungsi untuk mempertahankan tekstur dan pengemulsi makanan yang baik.

Kitosan Pengertian Kitosan Khitosan merupakan produk deasetilasi khitin yang merupakan polimer rantai panjang glukosamin 2-aminodeoksi-glokosa Knorr, Sedangkan pelarut khitosan yang baik adalah asam asetat Ornum, Sedangkan Lab. Khitosan mempunyai gugus fungsional yaitu gugus amina, sehingga mempunyai derajat reaksi kimia yang tinggi Johnson dan Peniston, Menurut Muzarelli khitosan akan bermuatan positif dalam larutan karena adanya gugus amina, tidak seperti polisakarida lainnya yang pada umumnya bermuatan negatif atau netral.

Hasilnya cuci kembali sampai netral dengan air dan dikeringkan dalam oven 55oC selama 24 jam. Proses pembuatan kitosan menggunakan metode Hong K. Setelah dingin disaring dan dicuci sampai nilai pH netral dan dikeringkan pada suhu 65oC. Produk ini dinamakan kitosan. Manfaat Kitosan Pemanfaatan kitosan sangat banyak diantaranya: Bidang Kesehatan Dapat digunakan sebagai pembungkus kapsul karena mampu melepaskan obatnya ke dalam tubuh secara terkontrol.

Beberapa turunan khitosan telah ditemukan mempunyai sifat antibacterial dan antikogulan dalam darah. Sebagai bahan pembuatan obat pelangsing, kosmetik, dan lain sebagainya. Dalam bidang pangan kitosan dimanfaatkan dalam pengawetan pangan pengganti formalin dan boraks , sebagai bahan pengemas, penstabil dan pengental, antioksidan serta penjernih pada produk minuman.

Kitosan mempunyai gugus aktif yang akan berikatan dengan mikroba sehingga kitosan juga mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Kitosan juga diaplikasikan sebagai pangan fungsional karena dapat berfungsi sebagai serat makanan, penurun kadar kolesterol serta prebiotik. Dalam bidang kedokteran Digunakan sebagai bahan untuk mempercepat penyembuhan luka, krim penghalus kulit dan sebagai bahan benang bedah.

Dunn, et al. Perbedaan kitin dan Kitosan Perbedaaan Kitin dan Kitosan berdasarkan kandungan nitrogennya. Untuk membedakan polimer kitin dan kitosan berdasarkan kandungan nitrogennya. Di alam kelompok kitin dan kitosan merupakan senyawa yang tidak dibatasi dengan stoikiometri secara pasti. Struktur kitin dan kitosan disajikan dalam gambar 1.

Gambar 1. Struktur kitin dan kitosan. Perbedaan Kitin dan Kitosan secara Stokiometri Karakterisasi yang digunakan untuk membedakan kitin dan kitosan secara stoikiometri adalah kadar air, kadar abu, kadar N dan derajat deasetilasi IR.

Ditunjukkan dalam tabel 1.

LT1078 DATASHEET PDF

Kitosan : Kulit Udang Si Limbah Potensial

Warna Tidak berwarna Sumber : Sugita et al. Kadar air kitosan tidak dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH serta suhu deasetilase yang digunakan. Kadar air pada kitosan dipengaruhi oleh proses pengeringan, lama pengeringan yang dilakukan, jumlah kitosan yang dikeringkan, dan luas permukaan tempat kitosan dikeringkan Saleh et al dalam Abun Pengeringan yang dilakukan pada praktikum ini adalah dengan menggunakan sinar matahari. Panas sinar matahari sangat mempengaruhi proses pengeringan kitosan.

KARLFRIED GRAF DRCKHEIM PDF

PEMBUATAN KITIN DAN KITOSAN

Salah satu hasil laut yang sangat digemari masyarakat pada umumnya adalah udang. Udang merupakan bahan makanan yang mengandung protein tinggi, namun kulit, kepala, dan ekor udang dibuang sebagai limbah. Dengan demikian jumlah yang terbuang masih cukup tinggi. Maka dari itu, kami tim peneliti berinisiatif untuk memanfaatkan limbah kulit udang untuk diproses menjadi bahan yang lebih bermanfaat. Limbah kulit udang mengandung bahan penyusun utama yang terdiri dari protein , kalsium karbonat, kitin, pigmen, abu, dan lain-lain. Selama ini limbah udang sudah termanfaatkan di dalam hal pembuatan kerupuk udang, petis, terasi, dan bahan pencampur pakan ternak yang nilai ekonomis rendah.

GUARDRAILS ANDY STANLEY PDF

KITIN DAN KITOSAN

Industri udang hanya memanfaatkan daging dari udang sedangkan kulit udang dibuang begitu saja dan tidak digunakan. Banyaknya udang yang diproduksi menyebabkan bertambahnya limbah kulit udang yang berakibat pada pencemaran lingkungan. Salah satu contoh limbah udang tersebut adalah limbah udang ebi yang merupakan limbah udang kering yang telah dipisahkan antara kulit dan dagingnya[1]. Ebi atau Udang kering tanpa kulit adalah produk olahan hasil laut dengan bahan baku udang segar yang melalui proses penanganan, yaitu dengan pengupasan kulit dan pengolahan dengan pengeringan. Secara fisik penampakan udang kering tanpa kulit berwarna orange cerah, cemerlang, bersih, bentuk utuh dan berukuran seragam. Udang kering tanpa kulit biasanya digunakan untuk penyedap rasa dalam sayuran, misalnya sambel goreng, asinan, dan sebagainya. Adapun gambar dari limbah udang ebi ini ditampilkan pada Gambar 1.

ADEMCO ECP TO RS232 DEVELOPMENT PDF

Proses deproteinasi bertujuan mengurangi kadar protein dengan menggunakan larutan alkali encer dan pemanasan yang cukup. Proses demineralisasi dimaksudkan untuk mengurangi kadar mineral CaCO3 dengan menggunakan asam konsentrasi rendah untuk mendapatkan chitin, sedangkan proses deasetilasi bertujuan menghilangkan gugus asetil dari chitin melalui pemanasan dalam larutan alkali kuat dengan konsentrasi tinggi. Gugus amida pada chitin akan berikatan dengan gugus hidrogen yang bermuatan positif sehingga membentuk gugus amina bebas —NH2. Tahap dekolorisasi dapat ditambahkan agar kitosan yang dihasilkan mempunyai warna yang lebih putih.

Related Articles