KELARUTAN TIMBAL BALIK PDF

Mempunyai rumus molekul CH3OH e. Mengandung gugus OH, terikat pada sp2-hibrida b. Mempunyai titik didih yang tinggi c. Fenol larut dalam pelarut organik e. Berupa padatan kristal yang tidak berwarna f.

Author:Dazilkree Doujas
Country:New Zealand
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):18 February 2009
Pages:75
PDF File Size:2.66 Mb
ePub File Size:9.5 Mb
ISBN:457-3-71128-659-1
Downloads:47353
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mir



Kelarutan menyatakan pengertian secara kualitatif dari proses larutan. Kelarutan juga digunakan secara kuantitatif untuk menyatakan komposisi dari larutan. Suatu larutan dinyatakan merupakan larutan tidak jenuh jika solute dapat ditambahkan untuk memperoleh berbagai larutan yang berbeda dalam konsentrasinya. Dalam banyak hal, ternyata proses penambahan solute tidak dapat berlangsung secara tidak terbatas. Suatu keadaan akan dicapai dimana penambahan solute pada sejumlah solvent yang tertentu tidak akan menghasilkan larutan lain yang memiliki konsentrasi lebih tinggi.

Reaksi-reaksi kimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat, bukannya antara dua zat murni. Salah satu bentuk yang umum dari campuran adalah larutan. Zat yang terlarut dapat berupa gas, cairan lain atau padat. Kelarutan bervariasi dari selalu larut seperti etanol dan air, hingga sulit terlarut, walaupun sebenernya hanya ada sangat sedikit kasus yang benar-benar tidak ada bahan terlarut.

Dalam beberapa kondisi, titik kesetimbangan kelarutan dapat dilampaui untuk menghasilkan suatu larutan yang disebut lewat jenuh. Suatu larutan adalah campuran homogen dari molekul, ataupun atom, ion dari dua zat atau lebih. Suatu larutan disebut suatu campuran karena susunannya dapat berubah-ubah.

Disebut homogen karena susunannya begitu seragam sehingga tidak dapat diamati adanya bagian-bagian yang berlainan, bahkan dengan mikroskop optic sekalipun. Dalam campuran heterogen permukaan- permukaan tertentu dapat dideteksi antara bagian-bagian atau fase-fase yang terpisah.

Selain itu, mengetahui temperatur kritis dari suatu sistem campuran dan mengetahui besar mol NaCl dari berbagai volume serta agar lebih memahami dengan jelas mengenai kelarutan timbal balik dan dapat mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari. Suatu zat akan menjadi dua fasa sebelum dan setelah melewati titik kritis dan akan menjadi satu fasa setelah mencapai titik kritik. Kelarutan dinyatakan dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut pada kesetimbangan.

Larutan hasil disebut larutan jenuh. Zat-zat tertentu dapat larut dengan perbandingan apapun terhadap suatu pelarut. Contohnya adalah etanol dalam air. Sifat ini lebih dalam bahasa Inggris lebih tepatnya disebut Miracible Keenan, Bila dua cairan dicampur membentuk larutan ideal, maka masing-masing cairan akan menguap sehingga tekanan uap larutannya sama dengan jumlah tekanan uap parsialnya.

Tekanan uap parsial masing-masing komponen dalam larutan lebih kecil tekanan uap murninya, karena pada permukaan larutan terdapat dua zat yang saling berinteraksi sehingga kecenderungan tiap komponen untuk menguap berkurang. Jika larutan terdiri dari komponen A dan B, maka: dan Yazid, Temperatur kritis atau Tc adalah batas atas temperatur dimana menjadi pemisahan fase. Di atas temperatur batas atas, kedua komponen benar-benar bercampuran.

Temperatur ini ada gerakan termal yang lebih besar menghasilkan kemampuan campur yang lebih besar pada kedua komponen. Beberapa sistem memperlihatkan temperatur kritis Tc. Dimana di bawah temperatur itu kedua komponen bercampur dalam segala perbandingan dan di atas temperatur itu kedua komponen membentuk dua fasa. Salah satu contohnya adalah air-trietilamina. Dalam 80 81 hal ini pada temperatur rendah kedua komponen lebih dapat campur karena komponen-komponen itu membentuk kompleks itu teruarai dan kedua komponen kurang dapat bercampur Atkins, Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam air.

Gas dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbondioksida CO2 atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat misalnya aloi campuran logam dan mineral tertentu Sukardjo, Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal, sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut.

Pada keadaan ini terjadi kesetimbangan antara solute yang larut dengan yang tak larut atau kecepatam pelarutan sama dengan kecepatan pengendapan Yazid, Larutan tak jenuh unsaturated adalah suatu larutan yang mengandung jumlah solute lebih sedikit encer daripada larutan jenuhnya. Sedangkan larutan lewat jenuh supersaturated mengandung solute lebih lebih banyak pekat daripada yang ada dalam larutan jenuhnya pada suhu yang sama Yazid, Daya larut cairan dalam cairan lain sangat berbeda-beda mulai dapat bercampur sempurna, bercampur sebagian, sampai tidak bercampur sama sekali.

Demikian pula zat padat dalam cairan, mulai ada yang larut sempurna sampai dengan yang tidak larut. Kelarutan zat selain bergantung dai sifat solute dan pelarutnya juga dipengaruhi oleh suhu dan tekanan Yazid, Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat berbeda-beda antara yang sau dengan yang lainnya. Tetapi pada umumnya kelarutan zat padat dalamm cairan bertambah dengan naiknya suhu, karena kebanyakan prses pembentukan larutannya bersifat endoterm.

Sebagai pengecualian ada beberapa zat yang kelarutannya menurun dengan naiknya suhu seperti serium sulfat dan natrrium sulfat karena proses pelarutannya bersifat eksoterm. Bahkan ada zat yang hampir tidak dipengaruhi oleh suhu seperti natrium klorida Yazid, Tetapi kelarutan gas selalu bertambah dengan bertambahnya tekanan.

Dalam kimia larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua zat atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut zat terlarut atau solute, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solvent.

Komposisi zat terlarut dan pelarut banyak dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarut atau solvasi Keenan, Zat terlarut dapat berupa gas, cairan lain, atau padat. Kelarutan bervariasi dari selalu larut seperti etanol dalam air, hingga sulit terlarut seperti perak klorida dalam air. Dalam beberapa kondisi, titik kesetimbangan kelarutan dapat dilampaui untuk menghasilkan suatu larutan yang disebut lewat jenuh yang menstabil atau mengendap Atkins, Sistem biner fenol-air merupakan sistem yang memperlihatkan sifat kelarutan timbal balik antara fenol-air pada suhu tertentu dan tekanan tetap.

Disebut sistem biner karena jumlah komponen campuran terdiri dari dua zat yaitu fenol dan air. Fenol dan air kelarutannya akan berubah apabila dalam campuran itu ditambah salah satu komponen penyusunnya yaitu fenol atau air. Jika komposisi campuran fenol air dilukiskan terhadap suhu akan diperoleh kurva yang setimbang. Kelarutan yang besar terjadi bila molekul-molekul solute mempunyai kesamaan dalam struktur dan sifat- sifat kelistrikan, misalnya momen dipol yang tinggi antara solvent-solvent adalah kuat Atkins, Jika mencapai temperatur kritis, maka larutan tersebut dapat bercampur sempurna homogen dan jika temperaturnya telah melewati temperatur kritis, maka sistem larutan tersebut akan kembali dalam kondisi bercampur sebagian lagi.

Kelarutan adalah jumlah zat terlarut yang dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu sampai membentuk larutan jenuh. Kelarutan suatu zat dapat ditentukan dengan menimbangkan zat yang akan ditentukan kelarutannya kemudian dilarutkan. Titik kritis adalah sebuah titik suhu dimana fase cairan dan fase uap tidak bisa dibedakan. Pada saat mendekati temperatur titik kritis, properti gas dan cairan menjadi sama, fase ini disebut fluida superkritikal.

Tekanan kritis adalah tekanan uap pada titik kritis. Titik dimana temperatur kritis dan tekanan kritis bertemu. Rantai terbuka yaitu rantai karbon alifatis dimana rantai ini bisa lurus dan bisa juga bercabang. Sedangkan rantai tertutup yaitu rantai karbon siklis yang dibedakan atas karbosiklik dan heterosiklik.

Dimana karbosiklik adalah senyawa karbo siklik yang rantai lingkarnya hanya terdiri dari atom C saja, heterosiklik adalah senyawa karbo siklik yang di dalam rantai lingkarnya terdapat atom lain selain atom karbon. Titik jenuh yaitu suatu kondisi dimana suatu benda terlarut sudah tidak bisa larut lagi pada lingkungan yang sama. Contoh gula akan larut pada air, tetapi bila kita memasukkan gula terus-menerus ke dalam gelas berisi air tersebut, akan terjadi suatu kondisi dimana gula tidak akan bisa larut lagi alias titik jenuh gula pada air.

Lewat jenuh yaitu suatu kondisi yang terjadi dalam suatu larutan apabila larutan mengandung zat terlarut lebih daripada yang diperlukan untuk memperoleh larutan jenuh. Aplikasi percobaan kelarutan timbal balik di dalam kehidupan sehari-hari yaitu: 89 90 - Proses pembuatan logam besi, ketika uap panas dimasukkan ke sebuah besi panas, uap panas ini akan bereaksi dengan besi dan membentuk sebuah besi oksida magnetik berwarna hitam yang disebut magnetit, Fe3O4.

Hidrogen yang terbentuk oleh reaksi ini tersapu oleh aliran uap. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan timbal balik: - Sifat solute dan solvent Solute yang polar akan larut dalam solvent yang polar pula, solute yang non polar akan larut dalam solvent yang non polar juga.

Salting out adalah peristiwa adanya zat terlarut tertentu yang mempunyai kelarutan lebih besar dibandingkan zat utama akan menyebabkan penurunan kelarutan zat utama atau terbentuknya endapan karena adanya reaksi kimia. Contohnya kelarutan minyak atsiri dalam air akan turun bila ke dalam air tersebut ditambahkan larutan NaCl jenuh. Sedangkan salting in adalah adanya zat terlarut tertentu yang menyebabkan kelarutan zat utama dalam solvent menjadi lebih besar.

Contohnya riboflavin tidak larut dalam air tetapi larut dalam larutan yang mengandung nicotinamida. Prinsip percobaan pada percobaan kelarutan timbal balik ini yaitu berdasarkan proses pemanasan pada larutan untuk mengetahui kelarutan suatu zat padat pada saat sebelum mencapai titik kritis. Suatu zat akan menjadi dua fasa sebelum dan sesudah melewati titik kritis dan akan menjadi satu fasa sesaat setelah mencapai titik kritik. Struktur Aquades H O H Sifat-sifat aquades sebagai berikut: - Mempunyai rumus molekul H2O - Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa pada kondisi standar - Bersifat polar - Memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia.

Faktor kesalahan pada percobaan ini yaitu: - Kurang teliti pada saat penimbangan - Kesalahan pada saat pembacaan suhu pada termometer - Kurang teliti pada saat melihat perubahan warna larutan - Kurangnya pengadukan yang dilakukan. Pada percobaan ini pertama dilakukan dengan menggunakan zat terlarut fenol dan pelarut aquades. Dimana pertama dengan menimbang fenol sebanyak 2 gram dalam beaker glass menggunakan neraca Ohauss.

Setelah ditimbang beaker glass ditutup dengan aluminium foil agar fenol tidak menguap atau menyerap air di udara. Fenol dan beaker glass ditimbang sebanyak 8 buah yang akan digunakan untuk sistem fenol-aquades dan sistem fenol-NaCl. Pada sistem fenol-aquades, pertama ditambahkan aquades dengan volume yaitu 12 mL, 13 mL, 14 mL dan 16 mL ke dalam 2 gram fenol.

Setelah dicampurkan larutan tersebut kemudian dipanaskan dengan hot plate sambil diaduk secara terus- menerus, diukur suhunya dengan termometer hingga campuran menjadi bening.

Didapatkan suhu campuran ketika bening berturut-turut yaitu 51 oC, 50 oC, 47 oC dan 49 oC. Kemudian setelah itu diletakkan pada lantai sambil diaduk hingga kembali keruh, didapatkan suhu campuran ketika keruh berturut-turut yaitu 48 oC, 47 oC, 52 o C dan 50 oC. Didapatkan suhu campuran ketika bening berturut-turut yaitu 67 oC, 63 oC, 71 oC dan 73 oC.

Kemudian setelah itu diletakkan pada lantai sambil diaduk hingga kembali 93 94 keruh, didapatkan suhu campuran ketika keruh berturut-turut yaitu 64 oC, 68 oC, 69 o C dan 63 oC. Dari hasil grafik fenol-aquades didapatkan bahwa semakin banyak volumenya maka semakin kecil nilai fraksi molnya. Semakin tinggi suhunya maka semakin besar nilai fraksi molnya. Dari hasil grafik fenol-NaCl didapatkan bahwa semakin banyak volumenya maka semakin kecil nilai fraksi molnya.

Semakin tinggi suhunya maka semakin kecil nilai fraksi molnya. Sedangkan pada percobaan fenol dan NaCl, didapatkan fraksi mol fenol untuk volume 12 mL, 13 mL, 14 mL dan 16 mL berturut-turut yaitu 0,; 0,; 0, dan 0, Kimia Fisika. Jakarta: Erlangga. Keenan, C.

LA BUSSOLA DEL FANTACALCIO 2013-14 PDF

Laporan E-2 Kelarutan Timbal Balik

Jika mencapai temperatur kritis, maka larutan tersebut dapat bercampur sempurna homogen dan jika temperaturnya telah melewati temperatur kritis maka sistem larutan tersebut akan kembali dalam kondisi bercampur sebagian lagi. Contoh aplikasi kelarutan timbal balik adalah pada proses pembuatan logam besi. Ketika uap panas dimasukkan ke sebuah besi yang panas, uap panas ini akan bereaksi dengan besi dan membentuk sebuah besi oksida magnetik berwarna hitam yang disebut magnetit, Fe3O4. Hidrogen yang terbentuk oleh reaksi ini tersapu oleh aliran uap. Dalam keadaan lain, hasil-hasil reaksi ini akan saling bereaksi. Hidrogen yang melewati magnetit panas akan mengubahnya menjadi besi, dan uap panas juga akan terbentuk. Uap panas yang kali ini terbentuk tersapu oleh aliran hidrogen.

DEFENSA NIMZOWITSCH PDF

kelarutan timbal balik sistem biner fenol air

Proses mempelajari kelarutan timbal balik antara dua cairan yaitu fenol dengan akuades, metanol dan Nacl yang dihubungkan kelarutannya dengan suhu dalam suatu diagram fasa. Hal ini dilakukan dengan mencampurkan kedua larutan tersebut dimana masing-masing akan bercampur sebagian bila temperaturnya dibawah temperatur kritis. Bila mencapai temperatur kritis yang merupakan kenaikan temperatur tertentu dimana akan diperoleh komposisi larutan yang berada dalam kesetimbangan, maka larutan tersebut bercampur homogen. Namun, bila sudah lewat dari temperatur kritisnya, larutan akan bercampur sebagian kembali untuk suatu diagram fasa yang berhubungan dengan kelarutan terhadap suhu akan dapat dibentuk.

Related Articles